[Belajar Masak] Bola-Bola Sayur-Mie

Assalamu’ alaikum… Hola…. waahh…lama muncul di sini lagi. Rumah Fina ini mulai ditutupi debu maya. Bersih-bersih dulu aahhhh….. hihihihi.

Beberapa hari lagi Fina genap sebelas bulan. Tidak lama lagi diet gula garam di makanan MPASI-nya akan segera berakhir. Sebentar lagi udah boleh makan macem-macem dong ya,Nak. Nah, jelang masa itu saya sudah mulai lagi nyontek-nyontek resep gampang (pake banget) buat bakal camilan Fina nantinya (sekarang camilannya masih seputar buah saja). Berkat info dari teman maka bergabunglah saya di grup NCC yang banjir resep; mulai yang simple sampe yang rumit; dari yang dikonsumi sendiri sampe buat jualan. Berhubung saya orangnya agak malas dan maunya bikin yang gampang-gampang saja, maka beruntunglah saya menemukan resep camilan  murah, mudah, dan bikin nelan ludah…hehe. Apaan tuh? Yuukk diintips. Read the rest of this entry

Sketsa Dafinah : Sembilan Bulan

 Alhamdulillah, dua ratus tujuh puluh hari sudah Dafinah menghirup oksigen langsung tanpa perantara plasenta. Artinya, sudah enam ribu empat ratus delapan puluh jam ia menghadirkan bahagia di tengah-tengah kami. Tangis tawanya telah menjadi denting dalam hari-hari yang terlalui, pun tumbuh kembangnya menjadi hal yang mengagumkan dan kadang mendebarkan.

Lalu, apa saja yang sudah dijejakkan Dafinah di usianya yang genap sembilan bulan? This is it… Read the rest of this entry

[Belajar Masak] Pepes Tahu

 

Beberapa hari lalu entah mengapa tiba-tiba saya kangen makan pepes tahu, makanan yang untuk pertama kalinya saya icip saat numpang tinggal di Bandung. Pengen beli, ga ada yang jual. So, tak ada jalan lain selain memasak sendiri, maka dengan memanfaatkan ingatan indera pengecap dan hasil browsing-browsing, mulailah saya memasak pepes tahu untuk pertama kalinya. Check it out, hehehe.

Siapkan bahan-bahannya yang gampang dan murah meriah:

  • Tahu putih 4 buah, hancurkan pakai sendok
  • Daun bawang 2 tangkai
  • Bawang putih 3 siung, haluskan
  • Bawang merah 1 siung, haluskan
  • 2 buah cabe merah besar, iris serong
  • Cabe rawit
  • Daun salam
  • Daun kemangi
  • Garam secukupnya
  • Penyedap rasa secukupnya (bila suka, bisa juga diganti gula)
  • Minyak goreng sesendok
  • Kunyit secukupnya (saya pake bubuk kunyit karena adanya itu)
  • Daun pisang beberapa lembar (saya jemur-jemur dulu biar agak lunak dan tidak mudah sobek)

Bahan siap, kini cara masaknya yang juga gampil:

  • Setelah tahu dihaluskan, campurkan dengan bawang merah-putih yang telah dihaluskan, tambahkan sedikit bubuk kunyit. Aduk rata.
  • Setelah bumbu bercampur dengan tahu, masukkan irisan daun bawang, irisan cabe merah, minyak goreng, garam dan penyedap. Hasilnya kira-kira kaya ini:

foto0629

  • Siapkan daun pisang, gunting sesuai ukuran yang diinginkan.
  • Bungkus campuran tahu dengan daun pisang. Selipkan cabe rawit, daun kemangi, dan daun salam kemudian semat kedua ujungnya pakai lidi atau di-hekter juga bisa.
foto0633 - Copy_1

Ga bakat bungkus-bungkus

  • Sambil membungkus campuran tahu, panaskan kukusan.
  • Kukusan panas, bungkusan selesai. Kukus tahu yang telah dibungkus kurang lebih 25 – 30 menit.
  • Setelah matang, angkat. Sajikan dengan nasi panas.
foto0634_1

Hasil pertama🙂

Nah, gampang banget kan? Bikinnya juga gak lama, dan rasanya…eum..eum… silakan tanya ayah Fina. Pasti dibilangnya enak, kalo ga enak saya mogok masak seminggu, hehe.

Well, selamat mencoba!🙂    :)

Resolusi 2014: Tumbuh Gigi, Rambut Panjang

Terompet tahun baru usai sudah masa baktinya, kembang api pun telah padam, sekarang waktunya bersiap menjalani 365 hari hasil rotasi bumi. Alhamdulillah, Dafinah pun bisa ikut merasakan bagaimana bingarnya suasana pergantian tahun (dalam keadaan tidur, hehe).

Memasuki tahun yang baru, tiap orang pasti punya rencana atau resolusi atau apa pun namanya, demikian juga dengan (emak) si kecil Dafinah. Meski hitungan usianya masih bulanan, setidaknya ada dua harapan untuk Dafinah yang (semoga) bisa tercapai di tahun 2014 ini. Apa saja gerangan? Read the rest of this entry

Bayi Ngemall? Pikir-Pikir Dulu

Sejak hamil, saya memiliki kebiasaan baru. Saya menjadi lebih fokus memperhatikan pola hidup berkeluarga, utamanya pasangan tua-muda  yang telah memiliki anak. Salah satu yang sangat menjadi perhatian saya adalah fenomena jalan-jalan di mall bersama buah hati, so sweet bangettt.  Maka timbullah keinginan membawa baby saya kelak ngemall. Karena keinginan itulah, ketika mulai membeli perlengkapan bayi jelang lahiran salah satu benda yang selalu menarik fokus lensa mata saya adalah stroller yang lucu dan beragam. Saya harus punya satu, batin saya kala itu.

Bagaimana dengan sekarang? Read the rest of this entry

Sketsa Dafinah : Biar Gundul Asal Cakep

“Menggundul bayi biasanya dilakukan kalau bayi usianya 40 hari looh”

“Lho kok Dafinah belum digundul?”

“Rambut bawaan lahir itu harus dibuang, biar…bla..bla..bla…”

“Rambut bayi itu mesti digundul, supaya tumbuhnya lebat”

Itulah beberapa komentar  atau saran yang ditujukan pada saya dan suami menyangkut ritual atau kebiasaan menggundul kepala bayi. Wajar jika beberapa kawan dekat atau keluarga kami menyarankan demikian, sebab Dafinah hingga usia 5 bulan rambutnya belum pernah bersay halo dengan gunting (kecuali pas akikahan).

Dafinah sejak lahir sudah berambut cukup tebal sehingga neneknya-tantenya-dan saya sendiri merasa sayang jika kepalanya harus plontos seperti teman-temannya sesama bayi. Terlebih, wajahnya 80 persen mirip ayahnya sehingga hanya rambut yang sedikit panjanglah (juga anting dan dress bayi tentunya) yang bisa memperjelas identitasnya sebagai perempuan. Maka kami bertahan membiarkan rambutnya menyubur sambil sesekali ujung-ujung rambut yang menyentuh telinga digunting sedikit. Dan semua itu bertahan hingga usianya memasuki bulan ke-enam.

Apakah Dafinah baik-baik saja dengan rambut lebatnya? Read the rest of this entry

Selipat Surat Kecil

Kilk gambar

: Ayah

Bagaimana kabarmu di sana? Ketika tirai malam perlahan tersingkap-terganti oleh benang subuh yang memilin pelan. Masihkah rindu berdebar di dadamu?

Jarak telah membentang peluknya, merajut rentang yang harus kita lalui setiap pekan. Lelah telah tergurat pada tubuhmu, atau mungkin pula merayapi sarafmu. Namun rindu selalu menjadi debar penghapus letih, itu katamu.

Tataplah cermin di kamar kita. Bayang tubuhmu tak lagi tunggal. Ada aku dan dia di sisimu. Menggenggam jemarimu. Menggelayut manja di pundakmu. Menjalarkan rindu yang terus berdebar.

Subuh bertalu pada corong-corong masjid.  Helai usiamu bertambah. Mungkin melukis putih di ubunubun atau mencabuti sedikit kekuatan yang kau miliki. Namun aku yakin debar rindu di dadamu tak berkurang.

Subuh masih bertalu. Dedoa dirapalkan. Semoga rindu juga kasih terus menjadi denyut dalam keluarga kita. Menjadi nadiku, nadimu, juga nadi putri kecil kita.

Selamat mengulang hari lahir,  Ayah.

Sketsa Dafinah : Tumbuh Bersama Hari Berlalu

Meninggalkan Mei hingga sekarang tiba di penghujung Oktober, lima bulan sekian hari usia Dafinah. Dari hari-hari yang dilewatinya hingga kini, Alhamdulillah pertumbuhan dan perkembangannya normal laiknya bayi-bayi yang lain. Sebagai seorang ibu yang menjalin hubungan LDR dengan anaknya, kekhawatiran akan masa-masa tumbuh kembangnya pastilah ada. Namun, berkat pengasuhan dari kakek-nenek-om-tante masa lima bulan pertama ini terlalui dengan baik.

Hal yang mengesankan menyaksikan buah hati kita tumbuh, begitu pendapat para orang tua -baik new parents atau old parents. Demikian juga yang saya dan suami rasakan. Justru dengan jarak Read the rest of this entry

Dear Fina

Apa kabarmu di sana, Nak? semoga sehat selalu, ya. Di sini, rasa rindu padamu semakin menebal. Tiga hari kita tak bertemu. Tiga hari tak melihat tingkahmu yang selalu menghibur hati. Tiga hari tak melihatmu merajuk cengeng manja atau tertawa riang. Tiga hari tak membaui wangi tubuh juga popokmu. Tiga hari kehilangan waktu melihatmu tumbuh dan berkembang. Sungguh ngilu rindu semakin menyengat.

Maafkan Ibu, Nak. Maaf karena Read the rest of this entry

Dunia Kami Berputar Padamu

foto0341

Waktu telah mengukir jejak di tubuhmu.

Tangis-tawamu telah menjadi denting bagi telinga kami.

Kau adalah matahari kami.

Hari yang terlalui adalah rotasi kami mengitarimu.

Tumbuhlah, Nak.

Tetaplah menjadi cahaya mata kami.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 127 other followers