Tentang Ayah

: Kepada Dafinah

 

Anakku…

Sembilan bulan kau meringkuk

Bukan dalam kandungan ayah

Namun tanpanya, kita takkan melalui masa itu bersama

 

Ketika pertama kali kau akan memperdengarkan tangismu ke dunia

Ayah memang tak merasakan perih, nyeri dan berupa rasa sakit

Namun debar di dadanya bertalu tak tentu

Pun cemas menerkam pori tubuhnya

 

Anakku…

Tahukah kau, suara ayahlah yang kau dengar

Kala oksigen memenuhi paru-parumu pertama kali

Melafalkan adzan, mengantarmu untuk mengesakan-Nya

Lalu melantunlah dedoa tulus dari kalbunya

 

Ayah dan Fina

Bukan padanya engkau menyusu

Namun, dari tetes keringatnya asal air susumu

Bukan peluknya yang menemani malam-malammu

Bukan pula suaranya yang mengantarmu tidur

Namun, doa tak lepas dirapalkannya untukmu

Bukan pula ia yang menangis berderai ketika kau sakit

Namun, bahunyalah tempat bunda bersandar

 

Anakku sayang…

Kasih ayah sama besar dengan cinta bunda

Ayah rela berkorban demi kita berdua

Maka kelak ketika kau dewasa

Sayangi ayah, hormati ayah

Sebab padanya juga terletak surgamu.

Advertisements

Posted on August 2, 2013, in Ayah, Puisi and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: