Sketsa Dafinah : Sembilan Bulan

 Alhamdulillah, dua ratus tujuh puluh hari sudah Dafinah menghirup oksigen langsung tanpa perantara plasenta. Artinya, sudah enam ribu empat ratus delapan puluh jam ia menghadirkan bahagia di tengah-tengah kami. Tangis tawanya telah menjadi denting dalam hari-hari yang terlalui, pun tumbuh kembangnya menjadi hal yang mengagumkan dan kadang mendebarkan.

Lalu, apa saja yang sudah dijejakkan Dafinah di usianya yang genap sembilan bulan? This is it…

  •  Rambut panjang, tumbuh gigi

Awal Januari lalu, saya bercerita bahwa salah dua resolusi Dafinah adalah kepalanya berambut (lagi) dan gusinya bergigi. Sebulan kemudian, satu buah gigi seri mulai tumbuh di gusi bawahnya, gigi yang membuat hobi menggigitnya makin menjadi.  Beberapa minggu kemudian gigi yang lain mulai menampakkan mahkota putihnya, tiga di gusi atas dan dua di gusi bawah, jadi sekarang gigi Fina sudah lima, horeee….

foto0707

Fina ‘n teether

foto0741

Maem tomat

Bagaimana dengan rambut? Sudah mulai panjang dong. Karena panjangnya, maka bagian yang tumbuh dekat telinga sudah dipotong lagi demi menjaga agar tangan Fina tidak rajin garuk-garuk lagi. Rambutnya yang mulai panjang pun kembali mengundang si bintik merah biang keringat di sekitar lehernya, maka harapan untuk mengepang rambutnya mesti menunggu beberapa bulan lagi 🙂

foto0708

“Pingu, rambut Fina udah panjang, kan?”

  • Merangkak

Merangkak itu maju, begitu kata ibu saya. Namun tidak demikian dengan Dafinah. Memasuki usia delapan bulan, dia mulai belajar merangkak. Merangkak mundur, tepatnya. Sempat baca-baca  biar anak merangkaknya maju, mainan harus ditempatkan agak jauh di depannya sebagai stimulus supaya si anak meraih mainan di hadapannya. Namun hal ini belum berlaku berlaku bagi Dafinah, dia selalu memutar badannya kemudian merangkak mundur untuk meraih mainan yang diletakkan. Apakah itu menjadi masalah? Awalnya sempat heran dan sedikit was-was, tapi sekarang dibawa santai saja, toh Fina enjoy saja menjelajahi bagian-bagian rumah dengan pola merangkaknya yang ga maju-maju. Tiap anak itu berbeda, selama arah gerakannya berubah arah jangan khawatir, begitu kalimat yang saya baca di sebuah web parenting.

foto0728

Siap-siap mundur 🙂

  • Mama-papa-mamam-apa

Selain aktivitas ekstremitasnya yang mulai berkembang, Fina sudah mulai rajin berceloteh. Laiknya bayi pada umumnya, kata awal yang sudah fasih divokalkannya adalah kata papa-mama, mamam (ketika dia melihat makanan), dan kata apa yang waktu pengucapannya semaunya dia. Bagaimana dengan bahasa Inggris? Ahaha, belum ada stimulus untuk melatihnya mengenal bahasa internasional itu. Belajar bahasa Indonesia dulu saja ya, Nak.

  • Tepuk-tepuk tangan suka-suka

Tepuk-tepuk tangan suka-suka, tangan di kepala, lalu ke pinggang. Siapa yang tidak familiar dengan lagu ini? Ayoo ngacung. Sebagai anak yang dibesarkan dengan lagu itu, maka saya pun mengajarkan lagu itu ke Fina. Awalnya sekadar hiburan buatnya.  Saat dia merengek maka saya akan menyanyikan lagu itu sambil bertepuk tangan di hadapannya atau tangannya saya goyangkan sesuai lagu. Rupanya lagu itu terekam olehnya. Sekarang, Fina spontan akan menepukkan kedua tangannya sambil mengangguk-angguk tersenyum memamerkan gigi lima buahnya ketika mendengar lagu ini dinyanyikan oleh siapa saja. Sepertinya saat ini saya harus lebih selektif memilih lagu yang mendukung perkembangan kognitif, afektif dan psikomotornya. Mama-mama, bunda-bunda, ayah-papa ada yang bisa bantu…?? 🙂

foto0730

Tepuk tangan, pamer gigi

Well, mungkin apa yang saya tuliskan di atas adalah hal yang teramat biasa bagi para orang tua lainnya. Namun buat saya, menuliskan bagaimana Dafinah tumbuh dan berkembang serupa membantu ingatan saya yang mulai menua. Saya pesimis neuron saraf saya masih mampu menggendong memori tentang tahapan yang dilalui Fina sekarang hingga berpuluh-puluh tahun akan datang. Setidaknya saya punya harapan, kelak ketika ia dewasa dan menemukan plus membaca tulisan ini (kalo wordpress masih eksis di dunia maya), dia bisa tahu bagaimana ia bertumbuh, hal yang mungkin takkan ia ingat ketika ia sudah fasih melafalkan huruf.

Last, selamat ulang bulan yang kesembilan putri kecilku. Sehat selalu. Sehat selalu. Sehat selalu. Aamiin.

Advertisements

Posted on February 19, 2014, in Celoteh Bunda, Dafinah and tagged , , . Bookmark the permalink. 10 Comments.

  1. uwah,udah gede aja ya fina hun,,,baarokalloh fina sayang..moga kita bisa bersua yaaaaa aminnn….anak ibu kosku juga merangkaknya mundur kok hun hehe

    • Iya, Alhamdulillah udah gede, Hun. Makasih ya aunty, bilang sama kantor sang kakang prabu sekali sekali ke Sulawesi dong, ada juga kok kebun sawit disini..eheheh… 🙂

      Merangkak mundur sepertinya membantu Fina duduk setelah lelah menjelajah…hehe

  2. fina udah 9 bln aja, makin lucu dan menggemaskan pastinya. Aih, aku jd gk sbar menunggu dedek lahir 🙂

  3. Finaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….#laluciumketeknya hahahahahahaahahahahahahaa

    Ndak tahu kenapa saya suka cium ketek bayi hahahahahahahahaa…ponakanku dulu selalu yg jadi korbannya hahahahahaahhahahahahaha

    kata ibuku, dulu waktu saya kecil, saya juga merangkak mundur, bukan maju hihihihhihiihihihi…jadi jgn mako kawatir mamana Fina…ada ji contoh kasusna. tapi semoga tdk ngakak ji dia di hahahahahahaahahahahahahahaahahaha…disitu tongmi keunikan perkembangannya Fina. jadi benar, dibawa santai saja.

    selamat ya, Fina. semoga kalian semua selalu dilindungiNya, amiin :*

  4. eheheheheheheh, kalo ketek bayi kan tidak bau….. Eh, mulutnya juga itu enak dicium…pokonya semua dari bayi kayanya menyenangkan untuk diciumi…

    Wah…mudah-mudahan juga nanti Fina ada rejeki keluar negeri deh seperti qta… kan sama-samaki merangkak mundur… 🙂 🙂

    Qta juga kakanda di sana, semoga selalu dalam lindungan Tuhan… Amiiin.

  5. cium finaaaaaaaaaaaaaaaaaa…… :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: